Kategori
Artikel

Aqiqah Diri Sendiri? Bagaimana Hukumnya

Aqiqah Diri Sendiri – Melaksanakan aqiqah pada anak yang baru lahir merupakan tanggung jawab bagi orang tua walaupun hukum aqiqah tidaklah wajib, namun sunnah muakad. Seiring waktu makin banyak penyedia jasa aqiqah yang menyediakan pelayanan mereka dalam hal ini.

Berbeda dengan masa lalu yang bahkan keberadaan jasa aqiqah sangatlah jarang. Kini dengan mudah kita bisa menemukan jasa aqiqah yang profesional dan sesuai dengan syariat islam, seperti aqiqah bilik kambing.

Dengan adanya aqiqah bilik kampung menjadikan kita mudah dalam melaksanakan aqiqah untuk kita sendiri dan ataupun jika anda ingin mengaqiqahi diri sendiri.

Mengaqiqahi untuk Diri Sendiri, boleh?

Pembahsan mengenai aqiqah untuk diri sendiri seakan-akan tidak pernah usai. Padahal malah sebaliknya, embahasan tersebut sudah selesai sedari lama.

Mungkin itu dikarenakan pemahaman sebagian masyarakat yang kurang mengenai hal ini. Padahal Nabi Muhammad SAW mengaqiqahkan dirinya sendiri

Peristiwa tersebut tterekam sejak diangkat menjadi Nabi. Berikut ini penggalan terjemahan hadisnya

Nabi SAW. Mengaqiqahi dirinya sendiri setelah ia diutus sebagai Nabi. (HR. Al-Baihaqi 9300)

Banyak perbedaan pendapat mengenai penggalan hadis di atas. Salah satunya disampaikan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’

Beliau Iamam Nawawi berkata bahwasanya hadis ini adalah hadis batil. Sedangkan Imaam Al-Baihaqi mengatakan bahwa hadis ini adalah hadis yang munkar.

Kemudian disambung oleh Imam Muhammad bin Qosim Al-Ghozzi yang menuliskan pendapat Madzhab Syafii di Kitab Fathul Qorib

Pendapat tersebut mengatakan bahwa Aqiqah tidaklah luput jika diakhirkan setelah itu. Jika aqiqah diakhirkan hingga baligh, maka telah gugur tanggung jawab orang tua untuk menaqiqahi sang anak. Adapun setelah sang anak baligh, anak memiliki pilihan untuk mengaqiqahi dirinya sendiri

Jadi, jika sang anak sudah baligh dan ternyata belum diaqiqahkan oleh orang tuanya, maka tanggung jawab orang tua menaqiqahkan anaknya sudah gugur.

Kemudian bagi sang anak yang sudah baligh maka dia berhak untuk mengaqiqahkan dirinya sendiri.

Ada pula ulama yang setuju dengan jika belum diaqiqahkan oleh orang tuanya maka kita dianjurkan untuk mengaqiqahkan diri kita sendiri, seperti halnya Ibnu Sirin

Beliau berkata, “seandainya aku tahu bahwa aku belum diaqiqahi, maka aku akan mengaqiqahkan diriku sendiri.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Mushonnaf, 8 235-236)

Sedangkan Imam Malik berbeda pendapat dengan pendapat di atas, beliau menyatakan bahwasanya jika masih kecil dan belum diaqiqahkan oleh orang tuanya maka tidak usah diaqiqahkan juga tidak apa-apa.

Silahkan konsultasikan kepada kami jikalau terdapat suatu yang belum jelas mengenai Aqiqah diri sendiri.

Barangkali dari anatara kita ada yang belum diaqiqah hingga sekarang. Dan bingung juga menghadapinya bisa tanyakan langsung kepada jasa Aqiqah Bilik Kambing yang telah berpengalaman dalam menyediakan kambing aqiqah dengan kualitas terbaik. Demikianlah akhir kata dari kami, semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×
×
×
×
×
×
×
×
×
×
×