Kategori
Artikel

TATA CARA MENCUKUR RAMBUT BAYI

WAKTU MENCUKUR RAMBUT BAYI

Dalam banyak hadits, Rosululloh   bersabda, bahwa mencukur rambut bayi berbarengan dengan pe-nyembelihan hewan aqiqah, yaitu hari ketujuh dari kelahiran bayi.

sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas. Imam Ahmad    berpendapat: “Disunnahkan untuk mencukur rambut bayi pada hari ketujuh dari kelahiran si bayi.”

Baca Juga, Bagaimana Adab Menyembelih Hewan.

DASAR MENCUKUR RAMBUT BAYI

Disunnahkan dalam beraqiqah untuk mencukup rambut si bayi, hal ini sebagaimana dalil berikut;

  1. Dari Abu Rafi’ bahwa Rosululloh bersabda ke-pada Fathimah ketika ia melahirkan Sayyid Hasan: “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak seberat rambut bayi yang di cukur kepada orang-orang miskin.” (HR. Ahmad dan al-Baihaqi) Hadits-hadtis ini menunjukkan dianjurkannya mencukur rambut baik bayi laki-laki maupun perempuan, sebagaimana yang disabdakan Rosululloh.
  2. Dari Samurah bin Jundab , bahwa Rosululloh bersabda: “Anak yang lahir tergadaikan dengan hewan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Dawud dan an-Nasa’i)

BERSEDEKAH DENGAN PERAK 

Bersedekah dengan perak seberat Rambut Anak yang Dicukur. Rosululloh   mengutus Fathimah   untuk bersedekah dengan perak seberat timbangan cukuran rambut anaknya sebagaimana hadits dari ‘Ali bin Abi Thalib  , beliau berkata: “Rosululloh SAW  mengaqiqahi sayyid Hasan dengan kambing dan bersabda, “Wahai Fathimah, cukurlah rambut Hasan dan bersedekahlah dengan perak seberat timbangan rambutnya.” ‘Ali   berkata: “Maka kami menimbangnya dan berat rambutnya satu dirham atau setengah dirham.” (HR. at-Tirmidzi)

Maka bagi yang memiliki kelapangan rizqi hendaknya bersedekah dengan perak seberat timbangan rambut anak yang di aqiqahi dan bagi yang tidak mampu Alloh SAW tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kadar kesanggupannya.”

Alloh   berfirman: “Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya….” (QS. al-Baqa-rah [2]: 286)

BOLEHKAH BERSEDEKAH DENGAN EMAS ATAU SELAIN PERAK?

Rosululloh tidak mensyariatkan bersedekah dengan emas, karena perintah yang ada hanya menyebutkan perak, jadi tidak dibolehkan selain perak.  Ibnu Hajar   berkata: “Seluruh riwayat sepakat menyebutkan sedekah dengan perak dan tidak ada satupun dari riwayat yang menyebutkan emas.”.

Paket Aqiqah Lengkap, Klik Sini.

BOLEHKAH MELUMURI KEPALA BAYI DENGAN KHALŪQ?

Seyogyanya bagi seorang yang dianugerahi anak oleh Alloh SWT untuk melumuri kepala anak tersebut dengan khalūq berdasarkan sunnah Rosululloh  . Khalūq adalah wewangian yang dikenal, diambil dari Za’faran dan selainnya dari jenis-jenis wewangian dan dominan berwarna merah dan kuning. Khalūq adalah sebagai pengganti dari darah hewan aqiqah yang biasa digunakan orang jahiliyah untuk melumuri kepala anaknya. Hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Buraidah dari bapaknya, ia berkata, “Kami dahulu di zaman jahiliyah jika salah seorang dari kami melahirkan bayi, ia menyembelih kambing dan melumuri kepala bayi dengan darah kambing. Maka ketika Islam datang, kami menyembelih hewan kambing, mencukur rambut bayi dan melumurinya dengan Za’faran.” (HR. Abu Dawud dan ath-Thahawi).

Satu tanggapan untuk “TATA CARA MENCUKUR RAMBUT BAYI”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×
×
×
×
×
×
×
×
×
×
×